Indonesian Authors

Komunitas Story Writer Indonesia
 
HomePortalFAQSearchMemberlistRegisterLog in

Share | 
 

 [Drama] Everlasting Arms; Northdam

Go down 
AuthorMessage
eve

avatar

Posts : 30
Coins : 5665
Reputation Points : 0
Join date : 2010-08-26
Age : 26

PostSubject: [Drama] Everlasting Arms; Northdam   Sun Aug 29, 2010 3:45 pm

====================================================
INT. = interior
EXT. = eksterior
VO = voice over
VOC atau OC = menandakan karakter tidak terlihat kamera.
Filtered = untuk karakter yang tak terlihat saat percakapan telepon atau radio.
Cut to = pergantian scene cepat
Smash Cut = Pergantian scene secara super cepat
====================================================
Fade In


Layar Hitam



Adam (VO):

“Tahun 3491, dua belas tahun sejak
Perang Dunia III dimulai. Aku saat ini berumur enam belas tahun. Dan
aku telah terlibat dalam perang menggelikan ini.

Entah kenapa, semua manusia begitu bodoh. Begitu serakah. Begitu hina.”
Fade Out


Int. Ruang Strategi Union.


Ruangan besar itu berisi banyak sekali layar dan tiap operator
menangani enam layar kecil. Di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah
monitor bundar berbentuk seperti meja dengan gambar peta bumi.
Seorang pemuda berumur enam belas tahun mengenakan seragam putih memperhatikan peta itu. Dia adalah Adam, Jendral Union.
Seorang tentara masuk dengan sedikit tergesa-gesa lalu berjalan
mendekati Adam. Dia adalah Willis, salah satu pemimpin pasukan
kepercayaan Addang. Di bahunya terpampang tanda angkat, Kolonel. Dia
adalah pemimpin Delta Squad, pasukan pertahanan kebanggaan Union.

Willis:
(Memberi hormat dengan nafas terengah-engah)
Lapor Jendral. Alliance telah tiba di garis depan Northdam.

Adam:
(memperhatikan peta)
Ini lebih cepat daripada yang kuduga.

Willis:
(berkata sopan dengan sikap sempurna)
Meminta izin untuk berbicara bebas.

Adam:
Untuk apa meminta izin? Bicara saja

Willis:
(melemaskan tubuhnya lalu menghela nafas)
Ah… Sulit sekali bersikap sopan di hadapanmu.

Adam:
Ha…ha…ha…

Willis:
Bagaimanapun, kamu itu atasanku.

Adam:
(tertawa)
Baiklah, ada apa?

Willis:
Pasukan Infantri Alliance telah tiba di garis pertahanan Northdam. Tapi sepertinya mereka belum berniat menyerang.

Adam:
(merenung sejenak lalu berkata lirih)
Sebentar lagi tempat ini akan jadi lautan api rupanya.

Willis:
tepat sekali

Adam:
Bagaimana dengan evakuasi?

willis:
Semua sudah memasuki tahap akhir.

Adam
Bagus. Siapkan semua pasukan untuk menuju garis depan. Aku akan ikut.

Willis
(tertawa mengejek)
Memangnya kamu masih bisa mengendalikan MFU?

Adam
Kita lihat saja nanti.
Fade Out


Fade In


Ext. Dock Peluncuran MFU Benteng Northdam Union


Puluhan MFU bersiap untuk berangkat ke medan perang. Para fighter
menaiki MFu masing-masing lalu bergerak sesuai dengan skuadron
masing-masing.

Adam:
(berjalan pelan ke arah MFU miliknya)
Willis!

Willis:
Ada apa?

Adam:
Boleh aku masuk dalam skuadronmu?

Willis:
(mengejek)
Suatu kehormatan bisa bertarung dengan ada Jendral.
(tertawa)

Adam:
Berhenti mengejekku!

Dari dalam benteng, seorang gadis
berlari ke arah Willis. Gadis itu adalah Eliza, calon istri Willis.
Rambutnya pirang tergerai indah dengan pita merah muda.

Adam:
Eliza datang tuh.
Willis tersenyum lalu berlari menyambut Eliza. Mereka berdua lalu berpelukan mesra.

willis:
(melepaskan pelukan Eliza)
Apa yang kamu lakukan di sini? Jangan sampai ketinggalan kapal evakuasi!

Eliza:
(tersenyum)
Aku berangkat dengan kapal evakuasi terakhir.

Willis:
(membentak)
Dasar bodoh! bagaimana kalau ada apa-apa! Mereka bisa menyerang kapan saja!

Eliza:
(Tersenyum)
Buankah ada kamu yang melindungiku?

Willis:
(Luluh melihat senyum Eliza)
Huh… Tapi kamu harus ikut evakuasi.

Eliza:
Tentu saja.

Willis:
Ingat satu hal! Begitu semua ini berakhir, kita akan menikah.

Eliza:
Tentu saja aku ingat.

Adam:
(menggaruk kepala)
Maaf mengganggu. Tapi di depan sana ada perang dan kita harus terlibat di dalamnya.

Willis:
Ups… Benar juga.

Eliza:
Berhati-hatilah.

Willis:
Tenang saja. Mereka pasti kalah!
(berjalan mengikuti Adam.)

Eliza:
Ingat, aku selalu menunggumu.

Willis:
(berbalik dan setengah berlari ke Eliza)
Aku hampir lupa
(mencium Eliza)
Untuk keberuntungan.
(tertawa)
Fade out


Fade In


Ext. Garis Depan


Alliance telah memulai penyerangannya. Pinggiran kota Northdam
berubah menjadi lautan api. Pasukan infantri merangsek maju. Puluhan
tank bergerak pelan. Pasukan Union telah bersiap-siap untuk menghadapi
penyerangan ini juga mengeluarkan tank. Pasukan darat saling bertemu
dengan pasukan darat.
Beberapa menit kemudian, MFU mulai beraksi. Pertempuran udara tak
terhindarkan. Puluhan MFU berterung sengit di udara termasuk MFu Adam
dan Willis.

Willis:
Ingat rencana awal! Tugas kita adalah memberi waktu bagi kapal evakuasi. jangan sampai ada MFU musuh melewati kita.

Adam (filtered):
Jangan lupa, begitu keadaan menjadi tidak terkendali, mundur ke Bulan!

Willis:
Iya jendral, aku mengerti.

Adam (filtered):
Bagus. Ayo maju!
Cut To:


Int. Kapal Evakuasi


Eliza berdiri di dekat jendela pesawat, berdoa demi keselamatan
Willis. Para petugas lalu-lalang di belakangnya seolah tidak peduli
dengan apa yang dilakukan oleh Eliza.

Eliza (VO):
Willis, kembalilah dengan selamat.
Cut To:


Ext. Garis Depan


Willis menggerakkan MFU-nya dengan lincah. Sesekali menembakkan
senjata dan menghancurkan MFU musuh. Adam melakukan hal yang sama,
menjatuhkan musuh sebanyak mungkin.

Willis:
(menggerakkan tuas kendali ke kiri)
Mereka tidak ada habis-habisnya.

Adam (filtered):
Sepertinya mereka begitu bernafsu untuk menghancurkan tempat ini.

Willis:
(menekan tombol di kirinya)
Yang jelas, tidak akan kubiarkan mereka melukai Eliza-ku.

Adam (filtered):
Coba tebak apa yang dilakukan Eliza sekarang.

Willis:
Bersiap-siap untuk berangkat tentunya.

Adam (filtered):
Salah…

Willis:
Cih… memangnya kamu tahu apa?

Adam (filtered):
tentu saja aku tahu. Setiap kali kamu maju ke garis depan, Eliza pasti datang ke ruang komando misi.

Willis:
Untuk apa?

Adam (filtered):
Menanti kamu tertembak tentunya.
(tertawa panjang)

Willis:
Brengsek…

Adam (filtered):
Dia selalu mendoakanmu untuk pulang. Kadang-kadang itu menggangguku sih.

Willis:
(tertawa)
Paling tidak, aku punya orang untuk mendoakanku.

Adam (filtered):
Kamu mengejekku?

Willis:
ha…ha…ha…
Fade Out


Fade In


Layar Hitam



Adam (VO):
“Dan bencana di mulai setelah itu.

Huh…

Mereka begitu menginginkan kemenangan.
Hanya itulah yang diinginkan manusia. Kepuasan diri sendiri tanpa
peduli dengan apa yang akan terjadi.

Manusia-manusia bodoh.”
Fade Out


Fade In


Ext. Garis Depan



Operator Misi (filtered):
Semua pasukan, segera mundur. Pasukan Alliance berniat menggunakan Bom Fusi!

Willis:
Apa!!! Itu gila!

Adam:
Tidak, itu logis. Mereka tidak rugi lebih banyak.

Willis:
(memukul kaca MFU-nya)
Brengsek!

Adam:
Bagaimana status pasukan Union dan Alliance?

Operator Misi (filtered):
Alliance mundur teratur. Pasukan kita yang masih terluka dirawat di Benteng Northdam.

Adam:
Persiapkan diri untuk evakuasi! Perkiraan waktu tiba bom fusi?

Operator misi (filtered):
tiga puluh menit. Mereka datang dari arah barat daya.

Willis:
(menekan beberapa tombol)
Aku akan menghadang mereka. Delta Squad, ikut aku.

Adam:
Baiklah, yang lain, lindungi Northdam dan bersiap untuk evakuasi!
(menekan beberapa tombol.)

Willis:
Kamu mau kemana?

Adam:
Bicara apa kamu? Tentu saja menghadang bom fusi itu.

Willis:
Jangan bodoh! Kamu masih dibutuhkan oleh union! Segera bersiap untuk evakuasi!

Adam:
Kamu juga jangan jadi lebih bodoh! Berani sekali kamu memerintah jendral.

Willis:
Apapun pangkatmu, sekarang kamu bagian dari skuadronku, turuti semua perintahku.
(setengah membentak)

Adam:
brengsek. jangan pikir…

Willis:
(memotong perkataan Adam dengan nada rendah)
Tolong jaga Eliza. pastikan dia selamat!

Adam:
(terdiam sejenak)
Baiklah, hancurkan mereka!
(membalik MFU-nya)

Willis:
Tanpa perlu perintah pasti akan kulakukan.
Fade Out


Fade In


Int. Kapal Evakuasi


Suasana kapal makin sibuk. Para pasukan lalu lalang. Alarm tanda
bahaya menambah hiruk-pikuk. Eliza masih berdiri di tempat yang sama.
Terus berdoa.

Petugas:
(menyapa Eliza)
Anda tidak apa-apa?

Eliza:
(tersenyum)
Tidak, tidak ada apa-apa.
Fade Out


Fade In


Ext. Garis Depan


Willis memacu MFU-nya. tapi baru beberapa menit, dia telah
dikejutkan oleh adanya sebuah pesawat besar. Pesawat pengangkut bom
fusi.

Willis:
(dengan sedikit panik mengontak Adam)
gawat! Bom Fusi telah tiba di Northdam.

Adam (filtered):
Tidak mungkin! Di sini terlihat jelas kalau mereka masih jauh.

Willis:
Mereka berada tepat di hadapanku. Tidak mungkin aku salah!

Adam (filtered):
(terdengar suara benda dibanting)
Sial!!! Kita tertipu mentah-mentah.

Willis:
Aku akan menahan mereka. usahakan kapal evakuasi berangkat dengan cepat.

Adam (filtered):
Baiklah, beri kami waktu lima belas menit… ah tida, 10 menit saja sudah cukup!

Willis:
oke… Delta Squad, kalian dengar perintahnya… Perlihatkan pada mereka kekuatan dari Unit Khusus Delta!

Anggota Delta squad:

Roger!
Fade Out


fade In


Layar Hitam



Adam (VO):
“Strategi yang hebat. Menyembunyikan pesawat pertama dan membiarkan
pesawat kedua yang lebih jauh untuk dideteksi. Benar-benar ide brilian.

Begitu bodohnya aku bisa tertipu dengan trik sederhana seperti itu.

Aku benar-benar bodoh”
Fade Out


fade In


Ext. Garis Depan


Willis menggerakkan MFU dengan lincah, sesekali menembakkan misil
yang dia punya. Tapi, kapal pengangkut Bom itu tetap tak tergoyahkan.
Lagi pula, Puluhan MFU yang melindungi kapal itu sama sekali tidak bisa
dianggap remeh.
Willis terbang menukik, mencoba untuk berada sedekat mungkin dengan
kapal pengebom itu. Tiga buah MFU yang menghadangnya, membuatnya
terpaksa mengubah haluan. Ketiga MFU itu mengejar Willis.

Willis:
(menarik tuas kendali)
Brengsek…
Willis membelokkan MFU miliknya sambil menembakkan misil.
Tembakannya telak mengenai sebuah MFU. Tepat setelah dia menembak MFU
itu, Willis membelokkan pesawatnya sambil menembak. berusaha memancing
MFU yang lain.
Dan dia berhasil, tiga buah MFU lain mengikutinya. Dengan
memperkirakan timing yang tepat sebelum lawannya meluncurkan misil,
Willis berpindah kebelakang dengan gerakan scissor, gerakan memutar
dengan kecepatan tinggi lewat atas MFU musuh. Willis lalu meluncurkan
misil terakhirnya. Ketiga MFU itu langsung berubah menjadi puing-puing.
Tapi, tanpa Willis sadari, MFU lain menembakkan AMRAM (advanced Medium Range Air to Air Missile)

Willis:
Cih… Misil seperti ini bukan apa-apa.
Willis lalu membiarkan misil itu mendekatinya. Dengan timing yang
sempurna, Willis memutar badan pesawat hingga dia tidak terkena direct
hit. Tapi semua sedikit melenceng dari perhitungannya. Pesawatnya tidak
bisa lagi bertempur.

Willis:
(Melakukan pendaratan darurat)
Sial.
Fade Out


Fade In


Ext. Benteng Luar Northdam


Willis berlari keluar dari MFU-nya ke arah tower Union. Dengan
sedikit tergesa-gesa Willis menggerakkan Machine Gun yang terpasang di
Tower berusaha untuk mencegah pesawat pengebom.

Willis:
(menembak ke udara)
Hiaaaaaaaaaa!!!!
Tidak akan kubiarkan kalian melewatiku.
Smash Cut



Eliza (VO):
(berdoa)
Willis, kamu harus kembali.
Smash Cut



Willis:
(terus menembak)
Aku harus kembali ke Eliza!!!
Smash Cut



Eliza (VO):
Kamu akan melindungiku
Smash Cut



Willis:
Aku akan melindungimu
Smash Cut



Eliza (VO):
Selalu bersama
Smash Cut



Willis:
Selalu bersama
Smash Cut



Eliza (VO):
Selamanya
Smash Cut



Willis:
Selamanya!
Fade Out


Fade In


Layar Hitam



Adam (VO):
“Hari itu, Northdam berselimutkan cahaya keperakan. CAhaya yang
meratakan tanah kelahiranku itu dengan tanah. Dan juga, membuatku
kehilangan hal paling berharga. Dua orang yang paling aku sayangi.
Fade Out
Back to top Go down
View user profile http://3knot.kemudian.com
 
[Drama] Everlasting Arms; Northdam
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Men-at-Arms...
» Family Coat of Arms
» Little Leigh Steam Party - Leigh Arms Public House, Cheshire - 1st & 2nd October
» Track rod arms
» Yoroboshi-- Blind beggar boy from Noh drama

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Indonesian Authors :: Stories :: Original Story-
Jump to: